Nov
28
2013
909

Seperti Sebuah Perkenalan

Akhir masa orde baru, tepatnya 4 November 1993. Seorang anak laki-laki lahir ditengah keluarga baru, sepasang suami istri yang baru saja menikah satu tahun lalu. Kelahirannya biasa saja sama seperti setiap orang dilahirkan, diatas kasur di sebuah ruangan, dibantu bidan atau dukun beranak. Tak istimewa memang, hanya bayi, bayi biasa dengan berat dan tinggi badan yang biasa pula. Tapi entah kenapa sepasang suami istri itu merasa teristimewa. Sang suami berkata “ini anak ku, orang pertama yang akan memanggilku ayah. Pasti! suatu hari dengan bangga, aku akan katakan ‘dia anak ku!’.” Sang istri hanya tersenyum, setelah sebelumnya ia mengerang kesakitan, aneh.

Sampai di hari ke-tujuh dari kelahirannya, rambut pertamanya dipotong ia pun diberi nama. Sebuah nama pemberian seluruh keluarga, nama  dari Al-Quran, Maryam (19) ayat enam. Sang mertua, kakek si bayi berkata “kakekmu ini bukan orang cerdas, atau  tau banyak hal. Tapi cucuku bisa, namun guna lebih utama!”. Pada hari itu semua orang memiliki harap, meski mungkin tak terucap.

Empat tahun berlalu, anak itu tumbuh menjadi anak yang periang, cakap dan cerewet. Dua tahun kemudian ia masuk Madrasah Ibtidaiyah di kampungnya, Cikarag Ds. Mekarsari Cibatu- Garut. Di Madrasah Ibtidaiyah Persatuan Islam No. 81 Cibatu. Masih periang dan cerewet, enam tahun kemudian si anak tumbuh menjadi seorang remaja tanggung berbadan kurus, berambut rapi, sopan dan cakap. Sayang  ia tak begitu suka olah raga, terlebih yang berhubungan dengan bola, sepak bola, bola voli, atau pun bola basket. Saat itu ia bersekolah di MTs Persatuan Islam No. 81 masih di Cibatu. Masa ‘putih-biru’-nya iya habiskan dengan kegiatan di Remaja Masjid di kampung halamannya. Disana ia menemukan ketertarikan dibidang public speaking, menjadi MC atau mengisi diskusi maupun pengajian sederhana selalu memadati kegiatan akhir pekannya.

Selanjutnya setelah ia lulus, ia memilih untuk melanjutkan pendidikannya di MA Persatuan Islam No. 76 Tarogong di daerah Ranca Bogo Tarogong- Garut. Karena domisili madrasah yang cukup jauh dari tempat tinggalnya ia pun tinggal di asrama santri madrasah tersebut. Di sana ia menemukan ketertarikan baru yaitu minatnya dalam kepenulisan. Iapun mulai menyukai Fotogafi serta kegiatan-kegiatan luar ruangan seperti traveling ataupun berkemah.

Di akhir masa studinya ia mulai menyimpan ketertarikan besar untuk mempelajari Ilmu Psikologi serta melanjutkan pendidikannya pada bidang ilmu tersebut. Ia pun mencoba mendaftarkan diri ke Fakultas Psikologi Universitas Indonesia sayang usahanya menemui kebuntuan, ia kemudian melanjutkan studinya di Ma’had Utsman bin Affan Jakarta. Namun itu tak dapat memadamkan ketertarikannya pada Ilmu Psikologi, ia pun mencoba mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau biasa di sebut SBMPTN di tahun berikutnya. Saat ini ia menjadi salah seorang mahasiswa Jurusan Psikologi Universitas Pendidikan Indonesia dengan Nomor Induk Mahasiswa 1303501.

28 November 2013

Robbi Rodliya

1303501

Written by robbi in: Uncategorized |
Nov
26
2013
3

Hello world!

Welcome to Blog Civitas UPI. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Written by robbi in: Uncategorized |

Powered by WordPress. Theme: TheBuckmaker